Sunday, October 13, 2013
Saturday, September 28, 2013
penjualan Jam Tangan Pintar akan Berkembang Pesat Sampai 2020

Selain smartphone, saat ini yang sering terdengar
beritanya adalah jam tangan pintar. Sony sudah merilis 2 produk,
sementara Samsung baru saja merilis Galaxy Gear. Apple diperkirakan akan
menyusul tahun depan dengan iWatch. Meskipun sambutannya sampai saat
ini masih adem ayem saja, namun NextMarket Insight berani memprediksi
bahwa penjualan jam tangan pintar di tahun 2015 akan mencapai 15 juta
unit dan akan meledak hingga 373 juta perangkat di tahun 2020.
Penyebabnya ada beberapa faktor, yakni para pembuat jam tangan
tradisional akan ikut mengimplementasikan teknologi ini pada jam tangan
buatan mereka. Menurut NextMarket, kategori jam tangan pintar akan
menjadi peluang pasar yang besar meskipun penetrasinya di pasar mobile
termasuk biasa-biasa saja.Samsung sendiri memposisikan Galaxy Gear sebagai pelengkap smartphone dan tablet mereka, namun NextMarket memperkirakan jam tangan pintar yang akan berkembang pesat adalah jam tangan pintar yang mampu berdiri sendiri dengan kemampuan komunikasi data maupun telepon yang lengkap.
Sunday, September 15, 2013
Microsoft beli bisnis ponsel Nokia
Penjualan ponsel Nokia pada bulan April-Juni masih menunjukkan penurunan.
Microsoft setuju untuk membeli bisnis ponsel Nokia senilai 5,4 miliar euro atau sekitar Rp78 triliun.
Nokia juga akan mengoper paten dan layanan peta pada sistem ponselnya untuk MicrosoftPerusahaan mengatakan dalam sebuah rilis pers bersama, bahwa pembelian itu akan diselesaikan pada awal 2014 seiring pindahnya 32.000 staf Nokia ke Microsoft.
Nokia tengah berjuang untuk berkompetisi dengan rivalnya Samsung dan Apple, sementara Microsoft banyak dikritik karena terlalu lamban melakukan penetrasi ke pasar ponsel.
"Ini adalah langkah berani ke masa depan. Sebuah kemenangan bagi para pegawai, pemegang saham, dan konsumen dari dua perusahaan," kata Klik Steve Ballmer, Kepala Eksekutif Microsoft.
Transaksi nantinya harus melalui persetujuan regulator dan pemegang saham Nokia.
"Prioritas utama"
"Pasar perangkat mobile memiliki potensi yang besar tetapi ini merupakan sebuah kelemahan bagi Microsoft."
Manoj Menon
Kritik mengatakan perusahaan itu tergolong lamban merespon pasar ponsel yang sedang naik tinggi.
Microsoft memang merilis tablet Surface tahun lalu namun penjualan alat ini relatif lamban.
Analis mengatakan perusahaan ingin memastikan bahwa mereka menerapkan strategi yang tepat di pasar ponsel.
"Pasar perangkat mobile memiliki potensi yang besar tetapi ini merupakan sebuah kelemahan bagi Microsoft," kata Manoj Menon dari lembaga konsultan Frost & Sullivan kepada BBC.
"Jelas bahwa prioritas nomer satu dari perusahaan adalah membuat strategi yang benar. Dari segi strategi, kesepakatan ini merupakan langkah yang sempurna. Pertanyaan satu-satunya adalah seberapa baik mereka mengeksekusi rencananya."
Integrasi
Steve Ballmer, CEO Microsoft, mengatakan kesepakatan ini "kemenangan" bagi dua perusahaan.
Mereka menjual 53,7% perangkat mobile dalam periode April-Juni, Klik turun 27% dari tahun lalu.
Meskipun begitu, penjualan Lumia yang menggunakan sistem operasi Microsoft mengalami kenaikan dalam periode tersebut.
Menon mengatakan kesepakatan antara dua perusahaan ini akan membantu "piranti keras (ponsel) makin mendekati sistem operasinya sehingga menghasilkan integrasi yang lebih optimal."
"Ini akan membantu Microsoft menciptakan strategi yang efektif untuk berkompetisi dalam pasar mobile," katanya.
Microsoft juga menyetujui lisensi 10 tahun dengan Nokia untuk menggunakan merek dagang Nokia dalam produk ponselnya. sumber http://www.bbc.co.uk
